My Comunity

Komunitas Blogger Wajo

PUISI PERPISAHAN



Cerita Diambang Pisah
Oleh : M.Jafar ZM

Tiga tahun yang silam engkau datang                               
Hadir seadanya di kampus ini
Engkau nampak lugu dan lucu
Kadang tutur dan tingkahmu terlihat haru biru
Engkau benar-benar hijau di dunia barumu

Banyak yang engkau tak kenal dan mengerti
Satu demi satu engkau susuri kampus ini
Menyelami dengan nuranimu yang penuh ambisi
Hingga engkau paham hakikat keberadaanmu
Disini, mulai engkau tancapkan cita dan semangat
Mewujudkan sejuta harapan bersama jiwa kampus ini
Untuk menggapai hari esok yang pasti

Seiiring perjalanan waktu
Tekadmu kian menggelora
Langkahmu kian tertuju dan fasih
Jiwa dan ragamu kian tercerahkan
Secerah senyummu yang terus menebar pesona
Pertanda engkau telah menemukan jati dirimu

Hari demi hari langkahmu terus dikayuh
Cerita terus terbentangkan
Kenangan kian terukirkan
Prestasi terus di raih dan ditorehkan
Raih bersama ilmu dan kearifan gurumu

Kalian tumbuh semakin kokoh
Semakin cerdas dan arif
Arif oleh pancaran kasih gurumu
Terpatri bersama keteladanan tutur dan perangai gurumu
Membekas dan memancarkan cahaya
Yang takkan pernah padam

Kampus ini telah memberimu sosok
Telah membasuhmu air kesejukan
Kampus yang menunutunmu pada arah  kemuliaan derajat
Menanamkan sendi-sendi keabadian

Kalian telah berada di tapal batas
Akhir dari fase perjalanan panjang
Perjalanan yang menggoreskan rasa pilu yang amat dalam
Oleh takdir yang tak mungkin terelakkan
Selamat jalan para patriot
Selamat meraih bintangmu yang tertinggi
Doa kami tetap terpatri disini
Selamat berpisah…berpisah…pisah…pisah…

Puisi Realitas Alam



ALAM

Kupejamkan mataku sejenak
Kurentangkan tanganku sejenak
Sejuk, tenang, senang kurasakan
Indahnya alam ini membuatku terpaku
Seperti dunia hanya untuk diriku

Aku Berjalan Diantara….
Hamparan pohon yang menghijau
Tiupan angin….
Menggerakkan pohon dan daun
bagaikan seorang penari yang bernari-nari

Suara gemercik air terjun
Terasa begitu merdu
Semakin indah oleh aliran air sungai
Yang Berkelok-kelok….

Ketika ku lempar Pandangan jauh ke depan
Aku semakin terpana
Ada gunung menjulang dengan gagah
Ku menoleh, kemudian ku lihat
Sebuah pahatan alam yang luar biasa

Betapa kecilnya diriku
Dihadapan-Mu Ya Allah
Begitu agung ciptaan-Mu
Kekagumanku sulit untuk kupendam

Dari siang hingga malam
Pesonanya tak pernah padam
Keindahan alam terasa sempurna

Membuat semua orang terpana
Membuat semua orang terkesima
Tetapi, kita harus menjaganya
Agar keindahannya takkan pernah sirna

Puisi Kemasyarakatan



LENTERA HIDUPKU

Tak mengeluh meski terlelah
Dengan keramahan yang engkau bawa
Tak sekalipun terlihat kemarahan
Terbendung karena kemuliaan hati

Bukan sesuatu berharga yang engkau cari
Melainkan cahaya yang begitu berarti
Tapi terkadang ku melangkah
Dan kemudian terjatuh jatuh ke dalam jurang kebodohan
Karena memang aku tak memahami
Apa makna yang sebenarnya

Hey, tidak!
Aku tak kan jatuh ke dalam jurang itu
Yang nantinya diri ini diperbudak

Oh, tidak!
Aku tak akan membiarkan itu terjadi
Karena aku masih mempunyai lentera
Yang tiada hentinya menyinariku
Yang membuat aku tahu, mengerti, dan menerimanya

Lalu mengajak aku
Untuk melangkah dan bertindak
Dan akhirnya menghapus kekelaman yang ada

Ya, dialah lenteraku
Lentera penyinar ilmu
Dialah inspirasi penyemangat hidupku
Yang tak kan padam dalam ingatan ini
Akan kekal di jiwa ini
Yang menyelamatkanku dari ketersesatan

Puisi Tentang Sepak Bola



Sepak Bola

Walau keringat bercucuran membasahi tubuh
Tak akan bisa hentikan jiwa dan semangat
Dalam arena permainan penuh wahana

Dengan segelintir gumpalan gas berbaju
Kaki mainkan penuh gairah
Mencoba lewati lawan yang menghadang

Dengan dua buah tiang diusudut lapang
Benda rongsok pun jadi bila tak ada
Untuk jadikan sasaran dari permainan

Panas mentari tidak bisa hentikan
Hujan deras tak bisa memadamkan
Semangat dari permainan nomor satu di dunia
Gairah dari permaianan semua insan di di muka bumi

Sepak bola itulah namanya
Negeri ratu Elizabets pencetusnya
Piala Dunia panngung terbesarnya
Liga Itali kompetisi terbaiknya
Indonesia pun ikut terjamah

Tidak cuma kaki yang bergerak
Pikiran dan jiwapun ikut bermain
Menciptakan sensasi dan sportivitas
Mewujudkan keindahan dan kesatuan rasa

Sepakbola itulah namanya
Tidak hanya milik para bangsawan
Orang jelata pun bisa merasakan
Sepak bola adalah universal
Sepak bola itulah namanya
Tidak hanya di atas stadion megah
Diatas lahan rakyat pun jadi
Sepak bola adalah kebahagiaan bersama

Puisi Hari Raya Idul Adha



Hari Raya Idul Adha
Karya : Nur Alfarisi

Merah darah tertumpah lagi mengalir membasahi tanah
Satu tumbang disusul dengan yang satunya
Terjerembab dan terjatuh tanpa daya
Namun bukan itu...
Bukan itu, hanya simbolis belaka
Tapi, ada satu tanya?
Adakah, makna yang sama?
Antara, pengorbananmu dan pengorbanan Ismail dahulu?

Idul Adha telah menghampiri
para pecinta Tuhan sejati
dengan amalan tanda berbakti
pada Ilahi yang Mahasuci
Mohon dirimu sudi melengkapi
dengan mengampuni segala salah
yang kuperbuat selama ini

Langit lebaran telah dibentangkan
Bumi lebaran telah dihamparkan
Kudoakan hatimu seluas langit dan bumi
Cukup untuk menampung dan mengampuni
Semua tindakanku padamu yang menyakiti

Powered by Blogger.

Labels